06.51
0
UBRUG - Jalan sepanjang sekitar 700 meter itu kini keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Selain bebatuan yang tak tersusun rapi, juga banyak lubang di sepanjang badan jalan tersebut. Kenyataan ini lah yang sering dikeluhkan oleh warga setempat. “Malas rasanya lewat jalan ini, jalannya sudah pada hancur. Tapi mau gimana lagi, ini akses kami selaku warga di sini dalam melakukan aktivitas sehari-hari,”ujar salah satu pria yang berprofesi tukang ojek, Asep (35).

Kontruksi jalan yang seperti sungai kering itu, menjadi buah bibir masyarakat setempat. Bertahun-tahun jalan tersebut belum mendapatkan sentuhan dari program pemerintah, meskipun diketahui bahwa jalan tersebut merupakan jalan penghubung tiga desa antara Desa Ubrug, Damaraja, dan juga Desa Boyongsari.”Belum ada perhatian dari pemerintah, padahal jalan ini sangat menunjang aktivitas warga,”ungkap Asep.

Bukan hanya Asep saja yang mengeluh, Sukanda (56) warga Ciseupan RT 05/04 Desa Boyongsari juga mengeluh. Sukanda yang sehari-harinya bekerja sebagai tenaga pendidik di salah satu sekolah ini merasa terhambat akibat kondisi jalan yang hancur. Tak jarang, ia kerap datang terlambat ke sekolah.”Kalau lewat jalan ini, pasti pelan-pelan saya bawa motornya.