07.40
0
SUKABUMI - Para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Sukabumi ikut aktif dalam aksi mogok produksi secara nasional. Rencananya aksi mogok produksi yang akan digelar secara serentak, dimulai Senin (9/9) hingga Rabu (11/9) mendatang.

"Kami juga akan ikut berpartisipasi dalam aksi mogok produksi secara nasional ini dengan harapan dapat mendorong pemerintah menyelesaikan masalah kedelai," kata Koordinator Komunitas Perajin Tahu Tempe Kabupaten Sukabumi, Dadang Jamaludin, Minggu (8/9).

Menurut Dadang, saat ini kenaikan harga kedelai cukup menyulitkan perajin. Pasalnya, kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan pokok merupakan yang terparah dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini lonjakan harga sudah mencapai Rp3.000 per kilogram.

"Harga kedelai di pasaran kini sudah menembus Rp10 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya dijual Rp7.000 per kilogram," tambahnya.

Namun, lanjut Dadang, aksi mogok yang akan dilakukan para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Sukabumi hanya dilakukan satu hari. Masalahnya, banyak perajin yang dikhawatirkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kami akan melakukan aksi mogok produksi selama sehari saja, karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tuturnya.

Himbauan untuk melaksanakan aksi mogok produksi berasal dari Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo). Dengan harapan para perajin di daerah kompak untuk menyuarakan aspirasi serupa untuk mengeluhkan mahalnya harga kedelai.